Literasi Digital

Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran.

Gerakan Literasi Sekolah

Pembiasaan Membaca Melalui Pojok Baca.

Model Aktualisasi Pramuka Siaga

Siswa Membentuk Barung, Memilih Pemimpin dan Wakil Barung, Memilih Pemimpin Barung Utama (Sulung), dan Membuat Yel-yel.

Minggu, 18 Agustus 2019

Alat Musik Tradisonal Indonesia, Berikut Cara Memainkan dan Menghasilkan Bunyinya

Indonesia merupakan negara yang beragam. Beragam akan budaya. Salah satunya alat musik tardisional. Setiap alat musik mempunyai cara berbeda dalam memainkannya.

Berikut beberapa alat musik tradisonal lengkap dengan cara memainkan dan cara menghasilkan bunyinya.

Suling
Daerah Asal: Jawa Barat
Cara memainkan dan cara menghasilkan bunyi:
Suling ditiup hingga menghasilkan getaran udara di dalam suling. Getaran tersebut menghasilkan bunyi.

Untuk lebih jelas dapat menonton video berikut!


Selain di Jawa Barat, suling juga ada di Bali. Berikut video cara memainkannya.

Angklung
Daerah Asal: Jawa Barat
Cara Memainkan dan cara menghasilkan bunyi:
Angklung dimainkan dengan cara digoyangkan, sehingga terjadi benturan antara badan pipa bambu, Benturan tersebut menghasilkan bunyi.

 Untuk lebih jelas dapat menonton video berikut!
Kendang
Daerah Asal: Jawa Barat
Cara memainkan dan cara menghasilkan bunyi:
Kendang dimainkan dengan cara dipukul, sehingga menghasilkan getaran. Getaran tersebut menghasilkan bunyi.



Tifa
Daerah Asal: Papua
Cara Memainkan dan cara menghasilkan bunyi:
Tifa dimainkan dengan cara dipukul, sehingga menghasilkan getaran. Getaran ini menghasilkan bunyi.

Perhatikan video berikut!
Kecapi
Daerah Asal: Jawa Barat
Cara Memainkan dan cara menghasilkan bunyi:
Kecapi dimainkan dengan cara dipetik, sehingga menghasilkan getaran. Getaran ini menghasilkan bunyi.

Perhatikan video berikut!
 
Bunyi berasal dari benda yang bergetar. Getaran dari suatu benda akan mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut menimbulkan gelombang bunyi di udara. Benda-benda yang bergetar dan menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi.

Bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair, dan gas. Bunyi tidak bisa merambat pada ruang hampa.

Sumber:
Buku Tematik Kelas IV Tema 1 Revisi 2017
Youtube.com 

Selasa, 09 Juli 2019

Contoh Sikap Persatuan Dan Kesatuan Serta Manfaat Memilikinya

Adik-adik, kali ini kakak akan berbagi Materi kelas 4 Tema 1 Subtema 1 pembelajaran 4 tentang contoh sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dan manfaat mempunyai sikap persatuan dan kesatuan dalam keberagaman.

Contoh Sikap Persatuan dan Kesatuan Dalam Keberagaman
  1. Tidak membeda-bedakan agama, suku, dan budaya
  2. Saling membantu antar umat beragama 
  3. Saling menghormati dan menghargai antar umat beragama 
  4. Tidak saling mengejek 
  5. Selalu hidup rukun atar umat beragama. 
Manfaat Mempunyai Sikap Persatuan dan Kesatuan Dalam Keberagaman
  1. Dapat mempersatukan bangsa
  2. Dapat menciptakan kerukunan antar warga 
  3. Dapat menciptakan sikap saling menghargai dan menghormati antar warga.
Nah, adik-adik silahhkan cariu contoh yang lain ya, dan bisa tuliskan di kolom komentar, nanti kalau sesuai akan kakak tambahkan pada postingan ini. Semoga bermanfaat.

Jumat, 19 April 2019

PowerPoint Kelas IV Tema 7 Subtema 1

PowerPoint Tema 7 Subtema 1 kelas IV

Selasa, 09 April 2019

Materi Kelas IV Sudut dan Cara Mengukurnya

A. Pengertian Sudut

Sudut merupakan wilayah yang dibentuk oleh dua garis yang bertemu di satu titik. Sudut mempunyai 1 buah titik sudut dan 2 buah kaki sudut.

B. Jenis-jenis Sudut

1. Sudut Siku-siku

Sudut Siku-siku adalah sudut yang besarnya 90°.
Contoh:
Sudut Siku-siku
2. Sudut lancip

Sudut lancip adalah sudut yang besarnya kurang dari 90°.
Contoh:
Sudut Lancip
3. Sudut Tumpul

Sudut tumpul adalah sudut yang besarnya antara 90° sampai dengan 180°.
Contoh:
Sudut Tumpul

C. Mengukur Sudut pada Dua Buah Garis

Adik-adik sudah paham tentang pengertian sudut dan jenis-jenisnya?
Sekarang kita belajar cara mengukur sudut.
Alat yang digunakan untuk mengukur sudut dinamakan Busur Derajat.
Gambar Busur Derajat
Bagaimana cara mengukur besar sudut?
Perhatikan video berikut!



Sumber:
Buku Matematika Kelas IV, karya Yuyun Yuliati, 2016
https://blog.ruangguru.com/mengenal-macam-macam-sudut

Materi Matematika Kelas IV: Hubungan Antar Garis

A. Pengertian Garis

Garis merupakan kumpulan titik-titik yang berderet ke dua arah berlawanan, hingga panjangnya tak terhingga.

Contoh garis:

B. Garis Sejajar

Garis Sejajar adalah garis –garis berhadapan yang mempunyai jarak sama dan tidak akan bertemu atau berpotongan. 

Dalam matematika, garis sejajar dilambangkan dengan simbol (//).

Contoh garis sejajar:

C. Garis Saling Berpotongan

Garis saling berpotongan adalah garis-garis yang bertemu pada satu titik (titik potong). Jarak antar garis yang berhadapan pada garis yang berpotongan tidak sama.

Contoh Garis saling berpotongan:
D. Garis Saling Berhimpit

Garis berhimpit adalah garis-garis yang terletak pada satu garis lurus dan memiliki titik persekutuan tak terhingga.

Contoh garis berhimpit:

Bagaimana adik-adik, apa sudah paham?
Jika belum dapat menonton video berikut ya!

Sumber: Buku Matematika Kelas IV Karya Yuyun Yuliati, 2016.

Minggu, 07 April 2019

Kidung Purwakaning

Anak-anak, sudah bisakah melagukan kidung Purwakaning?
jika belum, mari belajar besama-sama!

Purwakaning

Purwakaning angripta rum
Ning wana ukir
Kahadang labuh
Kartika panedenging sari
Angayon tangguli ketur
Angringring jangga mure

Jika masih belum bisa, tonton video berikut!

Jumat, 05 April 2019

Contoh Cerita Fabel Toro Si Burung Hantu Penyelamat

Toro Si Burung Hantu Penyelamat
Oleh: I Wayan Ardika

Pada sebuah kandang sederhana, tinggalah Tara si burung merpati. Ia tinggal bersama ibunya. Mereka hidup bahagia.
Suatu hari, Tara ingin jalan-jalan melihat keindahan sungai yang ada di seberang rumahnya. Tara memang mempunyai hobi jalan-jalan. Sebelum berangkat, Tara meminta izin kepada ibunya. “Ibu, hari ini aku mau jalan-jalan melihat sungai di seberang ya!” kata Tara. “Ya Tara, tapi jangan sampai malam ya!” jawab ibunya. “Baik ibu, aku akan pulang sebelum matahari tenggelam,” jawab Tara. Sebelum berangkat, ibunya juga berpesan agar Tara berhati-hati, karena biasanya pada siang hari ada burung elang yang berkeliaran dan bisa memangsa Tara.
Setelah berpamitan, Tara pun berangkat sendirian. Tara memang burung pemberani. Ia begitu senang bisa menikmati pemandangan ciptaan Tuhan yang begitu indah. Ia terbang dengan riang gembira. Sesekali ia hinggap di ranting pohon, sambil beristirahat.
Ketika tiba di dekat sungai, ia merasa haus dan memutuskan untuk minum air. “Wah, lega rasanya. Air ini sungguh segar,” kata Tara. Selesai minum, ia berencana untuk pulang. “Hari sudah mulai sore, sekarang saatnya aku pulang, ibu pasti sudah kawatir padaku,” kata Tara.
Begitu ia bergegas terbang, tiba-tiba ada burung elang yang hendak menangkapnya. Beruntung ia bisa mengelak, dan langsung berteriak, “Tolong …! Tolong …!, Tolong …!” Tara berusaha terbang dengan sepenuh tenaga, agar tidak ditangkap oleh sang elang.
Akhirnya Tara melihat sebuah pohon besar yang mempunyai lubang ditengahnya. Ia pun memutuskan untuk bersembunyi di sana. Napasnya masih terengah-engah. Jantungnya berdebar kencang. “Untung aku bisa meloloskan diri, kalau tidak pasti aku sudah dimakan oleh burung elang itu,” kata Tara.  Namun begitu, Tara merasa sakit pada punggungnya, ternyata punggungnya luka, akibat cakaran sang elang. Ia pun beristirahat untuk memulihkan tenaganya.
Tak lama kemudian, hari telah menjadi gelap. Tara masih merasa takut untuk pulang. “Hari sudah gelap, aku tidak berani pulang,” kata Tara. Tiba-tiba muncul burung besar dari dalam kegelapan. Tara pun sangat terkejut. Ia menyangka lubang ini adalah rumah sang burung elang. “Ampun …! Jangan makan aku,” kata Tara. “Jangan takut, aku tidak akan memakanmu, tenanglah!” kata burung itu. Ternyata dia adalah Toro sang burung hantu yang baru bangun dari tidurnya. Ia akan bersiap-siap mencari makan.
“Siapa kamu?” Tanya Tara ketakutan. “Aku Toro, si burung hantu yang tinggal disini, apa yang kau lakukan di rumahku?” Tanya Toro. “Maaf saya kira kamu burung elang yang mau memakanku tadi,” kata Tara. “Tenangkanlah dirimu! Siapa namamu?” Tanya Toro. “Namaku Tara, aku tinggal di seberang sungai bersama ibuku,” jawab Tara. “O begitu, malam ini kamu istirahat di sini saja, besok aku antar kamu pulang,” kata Toro. Tara pun mengucapkan terima kasih kepada Toro, yang sudah mengizinkannya menginap.
Keesokan harinya, pagi-pagi buta Toro mengantarkan Tara ke rumahnya. Tara tiba dengan selamat. Ibunya sudah sangat cemas, karena semalaman Tara tidak pulang kerumah. Sebagai balas  budi, ibunya Tara mempersilahkan Toro untuk menginap di rumahnya, sampai malam hari tiba. “Toro menginaplah disini, matahari sudah mulai terbit!” pinta Ibu Tara. “Baiklah ibu, terima kasih sudah mengizinkan saya menginap,” jawab Toro.
Setelah malam tiba, Toro berpamitan untuk pulang ke rumahnya. Sejak saat itu, Tara dan Toro menjadi sahabat yang baik.


Amanat Cerita:
Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kita harus selalu membantu teman yang sedang mengalami kesusahan dan selalu membalas budi kebaikan orang lain.