Jumat, 05 April 2019

Contoh Cerita Fabel Dudu Si Katak yang Baik Hati


Dudu Si Katak yang Baik Hati
Oleh: I Wayan Ardika
Pada sebuah kolam, hiduplah seekor Ikan Gabus yang bernama Momo. Setiap hari ia selalu berburu katak untuk dimakan. Katak merupakan makanan kesukaannya.
                Suatu pagi yang cerah, Momo bersiap untuk berburu. Perutnya sudah ribut, tak sabar memakan katak. Ia pun berenang pelan di bawah dedaunan bunga teratai. Ia memperhatikan sekitarnya.
Dari kejauhan, terlihat seekor katak yang sedang berenang. Momo pun segera mendekatinya. “Wah, enak sekali katak itu,” kata Momo dalam hati. Ia tetap sabar, sampai menunggu waktu yang tepat untuk menangkap si katak.
Ketika jaraknya sudah dekat, Momo pun langsung menerkam si katak dengan mulutnya yang penuh dengan gigi tajam. Namun, betapa terkejutnya Momo, saat yang bersamaan, tiba-tiba ada sesuatu yang menusuk mulutnya. Kemudian seketika ada yang menariknya. Momo pun panik. Sambil menahan rasa sakit, ia mencoba melawan tarikan itu.
Di daratan, Momo melihat seorang manusia yang sedang menarik pancingnya. “Celaka, ternyata ini jebakan. Manusia telah memancingku, matilah aku,” kata Momo panik. Namun Momo tak menyerah. Ia berusaha terus melawan. “Aku tak boleh menyerah. Aku masih ingin hidup. Aku tak mau menjadi ikan goreng. Tuhan berilah aku kekuatan,” Kata momo sambil berdoa. Momo melawan dengan sekuat tenaga.
Akhirnya Tuhan menjawab doa dan usaha Momo. Momo melihat sebuah potongan kayu yang berisi paku di dekatnya. Momo pun berusaha mengaitkan benang yang menariknya dengan paku itu. Akhirnya ia berhasil, dan benangnya putus. Ia pun lolos dari maut. Dengan napas yang terengah-engah, ia berenang ke bawah kolam. Ia segera bersembunyi di balik batu.
Beberapa saat kemudian, datanglah seekor katak yang bernama Dudu. Dudu adalah katak yang baik hati dan yang paling gemuk di kolam. Dudu pun sering diburu oleh Momo. Namun Dudu selalu dapat meloloskan diri.
Dudu sebetulnya telah melihat semua kejadian yang menimpa Momo. Karena sifatnya yang baik hati, Dudu pun ingin melihat keadaan Si Momo. “Momo bagaimana keadaanmu?” Tanya Dudu. “Jangan mendekat, atau aku akan memakanmu!” jawab Momo marah. Momo merasa malu karena telah kena umpan pancing manusia. Dudu pun tersenyum dan berkata, “Bagaimana kau akan memakanku, kalau mulutmu saja masih terkena kail pancing?” kata Dudu. Momo hanya terdiam. “Kalau kail itu tidak dilepas dari mulutmu, maka kamu bisa mati,” Kata Dudu lagi. “Bagaimana kalau aku membantumu?” Sambung Dudu. Momo merasa tidak percaya, bagaimana si Dudu yang hampir setiap hari ingin ia makan, mau membantunya. “Mengapa kamu ingin menolongku, padahal aku sering jahat padamu?” tanya Momo penasaran. “Kalau kamu mati, aku akan kesepian, karena tak ada lagi yang mengejarku setiap hari” kata Dudu sambil tersenyum.
Dudu pun mendekati Momo yang sudah lama menahan rasa sakit, karena kail yang ada dalam mulutnya. Momo hanya terdiam pasrah ketika Dudu membuka mulutnya, dan melepaskan kailnya. Walaupun sakit, momo mampu menahannya. Akhirnya Dudu berhasil melepaskan kail yang menyangkut dimulut Momo. Momo sangat senang, dan berterima kasih pada Dudu. Momo juga berjanji, kalau ia tidak akan pernah jahat lagi pada Dudu. Akhirnya Momo dan Dudu menjadi sahabat selamanya. Mereka hidup dengan damai di kolam itu.


Amanat Cerita:
Sesama makhluk ciptaan Tuhan, harus saling membantu. Tidak boleh menyimpan dendam terhadap kejahatan orang lain, dan selalu ingat untuk membalas budi terhadap kebaikan orang lain.
 


0 komentar:

Posting Komentar