Friday, April 5, 2019

Contoh Cerita Fabel Toro Si Burung Hantu Penyelamat

Toro Si Burung Hantu Penyelamat
Oleh: I Wayan Ardika

Pada sebuah kandang sederhana, tinggalah Tara si burung merpati. Ia tinggal bersama ibunya. Mereka hidup bahagia.
Suatu hari, Tara ingin jalan-jalan melihat keindahan sungai yang ada di seberang rumahnya. Tara memang mempunyai hobi jalan-jalan. Sebelum berangkat, Tara meminta izin kepada ibunya. “Ibu, hari ini aku mau jalan-jalan melihat sungai di seberang ya!” kata Tara. “Ya Tara, tapi jangan sampai malam ya!” jawab ibunya. “Baik ibu, aku akan pulang sebelum matahari tenggelam,” jawab Tara. Sebelum berangkat, ibunya juga berpesan agar Tara berhati-hati, karena biasanya pada siang hari ada burung elang yang berkeliaran dan bisa memangsa Tara.
Setelah berpamitan, Tara pun berangkat sendirian. Tara memang burung pemberani. Ia begitu senang bisa menikmati pemandangan ciptaan Tuhan yang begitu indah. Ia terbang dengan riang gembira. Sesekali ia hinggap di ranting pohon, sambil beristirahat.
Ketika tiba di dekat sungai, ia merasa haus dan memutuskan untuk minum air. “Wah, lega rasanya. Air ini sungguh segar,” kata Tara. Selesai minum, ia berencana untuk pulang. “Hari sudah mulai sore, sekarang saatnya aku pulang, ibu pasti sudah kawatir padaku,” kata Tara.
Begitu ia bergegas terbang, tiba-tiba ada burung elang yang hendak menangkapnya. Beruntung ia bisa mengelak, dan langsung berteriak, “Tolong …! Tolong …!, Tolong …!” Tara berusaha terbang dengan sepenuh tenaga, agar tidak ditangkap oleh sang elang.
Akhirnya Tara melihat sebuah pohon besar yang mempunyai lubang ditengahnya. Ia pun memutuskan untuk bersembunyi di sana. Napasnya masih terengah-engah. Jantungnya berdebar kencang. “Untung aku bisa meloloskan diri, kalau tidak pasti aku sudah dimakan oleh burung elang itu,” kata Tara.  Namun begitu, Tara merasa sakit pada punggungnya, ternyata punggungnya luka, akibat cakaran sang elang. Ia pun beristirahat untuk memulihkan tenaganya.
Tak lama kemudian, hari telah menjadi gelap. Tara masih merasa takut untuk pulang. “Hari sudah gelap, aku tidak berani pulang,” kata Tara. Tiba-tiba muncul burung besar dari dalam kegelapan. Tara pun sangat terkejut. Ia menyangka lubang ini adalah rumah sang burung elang. “Ampun …! Jangan makan aku,” kata Tara. “Jangan takut, aku tidak akan memakanmu, tenanglah!” kata burung itu. Ternyata dia adalah Toro sang burung hantu yang baru bangun dari tidurnya. Ia akan bersiap-siap mencari makan.
“Siapa kamu?” Tanya Tara ketakutan. “Aku Toro, si burung hantu yang tinggal disini, apa yang kau lakukan di rumahku?” Tanya Toro. “Maaf saya kira kamu burung elang yang mau memakanku tadi,” kata Tara. “Tenangkanlah dirimu! Siapa namamu?” Tanya Toro. “Namaku Tara, aku tinggal di seberang sungai bersama ibuku,” jawab Tara. “O begitu, malam ini kamu istirahat di sini saja, besok aku antar kamu pulang,” kata Toro. Tara pun mengucapkan terima kasih kepada Toro, yang sudah mengizinkannya menginap.
Keesokan harinya, pagi-pagi buta Toro mengantarkan Tara ke rumahnya. Tara tiba dengan selamat. Ibunya sudah sangat cemas, karena semalaman Tara tidak pulang kerumah. Sebagai balas  budi, ibunya Tara mempersilahkan Toro untuk menginap di rumahnya, sampai malam hari tiba. “Toro menginaplah disini, matahari sudah mulai terbit!” pinta Ibu Tara. “Baiklah ibu, terima kasih sudah mengizinkan saya menginap,” jawab Toro.
Setelah malam tiba, Toro berpamitan untuk pulang ke rumahnya. Sejak saat itu, Tara dan Toro menjadi sahabat yang baik.


Amanat Cerita:
Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kita harus selalu membantu teman yang sedang mengalami kesusahan dan selalu membalas budi kebaikan orang lain.

0 comments:

Post a Comment